UNSUR PENYUSUN SENYAWA ORGANIK
Kimia Organik
Pada permulaannya mempelajari senyawa dalam suatu organisme hidup, tetapi
akhirnya berkembang dimana senyawa-senyawa sintetik yang mengandung unsur
karbon, hidrogen, dan oksigen juga termasuk dalam lingkupnya.
Semua bahan
alami mengandung unsur karbon yang berikatan dengan satu atau lebih unsur
lainnya. Sebagai contoh hidrokarbon merupakan senyawa yang terdiri dari karbon
dan hidrogen. Selain unsur karbon, hidrogen, dan oksigen sebagai unsur penyusun
utama senyawa kimia organik, ada beberapa unsur lain antara lain nitrogen,
fosfor, sulfur, golongan halogen dan lain-lain meskipun dalam jumlah yang tidak
besar.
PENGERTIAN ATOM, UNSUR, SENYAWA DAN MOLEKUL
ATOM
Atom
adalah
suatu partikel terkecil dalam suatu zat. judul kali ini.“Atom” kata ini berasal
dari bahasa yunani atomos yang berarti tidak dapat dipotong. Sesuai pengertian
tersebut,Atom-atom adalah partikel penyusun semua benda yang berukuran sangat
kecil.
UNSUR
Unsur adalah zat tunggal
yang tidak dapat diuraikan menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana melalui
reaksi kimia biasa. Bagian terkecil dari suatu unsur adalah atom. Beberapa
contoh unsur adalah emas, perak,
alumunium, tembaga, belerang, karbon, dan sebagainya. Sampai saat ini telah
dikenal lebih dari 112 unsur, ada yang ditemukan dalam keadaan bebas, seperti
emas dan intan, tetapi sebagian besar unsur ditemukan dalam
keadaan terikat sebagai suatu senyawa. Unsur dapat dikelompokkan
ke dalam unsur logam, nonlogam, dan
metaloid/semilogam.
SENYAWA
Senyawa adalah zat tunggal yang
terdiri dari susunan beberapa partikel unsur / atom. Massa unsur-unsur partikel
penyusun senyawa memiliki perbandingan tetap. Unsur-unsur penyusun senyawa
tidak dapat dipisahkan dengan reaksi kimia biasa. Senyawa di dunia terdapat
sangat banyak bahkan tak terhingga. Beberapa contoh senyawa adalah Air (H2O),
Karbon Monoksida (CO), Karbon Dioksida (CO2), Asam Lambung (HCl), Freon (CFC),
dan masih banyaklagi.
MOLEKUL
Gabungan dua atom atau lebih yang
berasal dari unsur yang sama atau berbeda disebut molekul. Gabungan
dua atom atau lebih yang berasal dari unsur yang sama maka molekul tersebut
disebut molekul unsur. Jika suatu molekul tersusun atas dua atau lebih
atom dari unsur yang berbeda maka disebut molekul senyawa. Molekul
Unsur contohnya seperti N2, O2, dsb dan Molekul Senyawa contohnya seperti NaCIO,
H2O, Fe, HCI, dsb.
AFINITAS ELEKTRON
Afinitas
elektron adalah enegi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam
bentuk gas apabila terjadi penangkapan satu elektron yang ditempatkan pada
kulit terluarnya dan atom menjadi ion negatif. Afinitas elektron berharga negatif apabila dalam proses
penangkapan satu elektron, energi dilepaskan. Ion negatif yang terbentuk akibat
proses tersebut bersifat stabil. Hal sebaliknya terjadi apabila dalam proses
penangkapan satu elektron, energi diserap. Penyerapan energi menyebabkan ion
yang terbentuk bersifat tidak stabil. Semakin negatif harga afinitas elektron
suatu atom unsur maka ion yang ter bentuk semakin stabil. Semakin kecil jari
jari atom maka daya tarik dari inti semakin kecil sehingga afenitasnya besar.
assalamualaikum nur, berdasarkan artikel diatas bisakah anda jelaskan mengapa penyerapan energi menyebabkan ion yang terbentuk bersifat tidak stabil dan pelepasan energi menyebabkan ion yang terbentuk menjadi stabil?
BalasHapusWaalaikumsalam novi, mungkin saya bisa menjelaskan sedikit tentang afinitas elektron. Maksudnya disini ika ion negatif yeng terbentuk bersifat stabil, maka proses penyerapan elektron itu disertai pelepasan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda negative. Akan tetapi jika ion negative yang terbentuk tidak stabil, maka proses penyerapan elektron akan membutuhkan energi dan afinitas elektronnya dinyatakan dengan tanda positif. Jadi, unsur yang mempunyai afinitas elektron bertanda negatif mempunyai kecenderungan lebih besar menyerap elektron daripada unsur yang afinitas elektronnya bertanda positif. Makin negative nilai afinitas elektron berarti makin besar kecenderungan menyerap elktron.
BalasHapusAssalamu'alaikum nur.. Dari postingan diatas bisakah anda memberikan satu contoh afnitas elektron dari ion yang terbentuk bersifat tidak stabil yang disebabkan adanya penyerapan energi?
BalasHapusWaalaikumsalam reni, sebelumnya saya menjelaskan sedikit tentang afinitas elektron. Afinitas elektron merupakan enegi yang dilepaskan atau diserap oleh atom netral dalam bentuk gas apabila terjadi penangkapan satu elektron yang ditempatkan pada kulit terluarnya dan atom menjadi ion negatif. Afinitas elektron dapat berharga positif dan negatif. Afinitas elektron berharga negatif apabila dalam proses penangkapan satu elektron, energi dilepaskan. Ion negatif yang terbentuk akibat proses tersebut bersifat stabil. Hal sebaliknya terjadi apabila dalam proses penangkapan satu elektron, energi diserap. Penyerapan energi menyebabkan ion yang terbentuk bersifat tidak stabil. Semakin negatif harga afinitas lektron suatu atom unsur maka ion yang ter bentuk semakin stabil.
BalasHapusAfinitas elektron golongan 1, 2, 3, 4, 5, 6 dan 7
Gambar menunjukkan bahwa atom unsur golongan 2A dan 8A mempunyai afinitas elektron yang berharga positif. Hal ini mengindikasikan bahwa unsur golongan 2A dan 8A sulit menerima elektron. Afinitas elektron terbesar dimiliki oleh unsur golongan halogen karena unsur golongan ini paling mudah menangkap elektron. Jadi secara umum dapat dikatakan bahwa afinitas elektron, dalam satu periode, dari kiri ke kanan semakin negatif dan dalam satu golongan dari atas ke bawah, semakin positif.
assalamuallaikum wr.wb
BalasHapussaya hanya ingin menambahkan ...
Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau untuk menangkap elektron dari atom lain. Besarnya keelektronegatifan dapat diukur dengan menggunakan skala Pauling. Harga skala Pauling berkisar antara 0,7 – 4,0. Skala Pauling adalah skala yang dikenalkan pertama sekali tahun 1932, dan merupakan skala yang paling sering digunakan dalam pengukuran elektronegativitas suatu unsur. Fluor (unsur yang paling elektronegatif) diberikan skala Pauling dengan harga 4.0, dan harganya menurun sampai cesium dan fransium yang setidaknya hanya memiliki elektronegatifitas pada skala 0.7
Waalaikumsalam,terimakasih atas tambahan materinya jadi Keelektronegatifan adalah kecenderungan suatu atom untuk bermuatan negatif atau untuk menangkap elektron dari atom lain. Besarnya keelektronegatifan dapat diukur dengan menggunakan skala Pauling. Harga skala Pauling berkisar antara 0,7 – 4,0. Skala Pauling adalah skala yang dikenalkan pertama sekali tahun 1932, dan merupakan skala yang paling sering digunakan dalam pengukuran elektronegativitas suatu unsur.
BalasHapus